Memulai Bisnis Travel

Memulai Bisnis Travel

Bisnis travel dan tour tampaknya belakangan ini semakin booming dan menjamur di mana-mana. Tak heran, bisnis ini adalah salah satu bisnis yang menjanjikan dari segi keuntungan, jika dijalankan dengan benar dan serius. Meskipun persaingan bisnis ini semakin sengit, tapi peluang untuk para pendatang baru masih terbuka lebar. Yang membuat bisnis tour dan travel tumbuh subur salah satunya adalah industri penerbangan Indonesia yang terus berkembang dan liburan yang sudah menjadi gaya hidup masyarakat.

Mungkin bagi kita yang sering menggunakan jasa travel untuk bepergian, juga tertarik untuk memulai meramaikan bisnis ini. Memulai bisnis travel memang susah susah gampang. Namun sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan, terlebih masalah perizinan yang harus berhubungan dengan lembaga pemerintahan. Lantas, langkah-langkah seperti apakah yang hendak dilakukan jika kita ingin memulai membuka usaha travel?

Tips Memulai Bisnis Travel dan Tour

Memulai Bisnis Travel

Pertama-tama, kita harus mengetahui terlebih dahulu mengenai ruang lingkup dari bisnis travel. Jenis-jenisnya ada banyak sekali, di antaranya adalah biro perjalanan haji dan umrah, reservasi hotel, paket wisata domestik dan luar negeri, voucher hotel, hingga money changer atau penukaran uang. Bagi pemula, apalagi dengan modal terbatas, disarankan untuk menjalankan satu atau dua usaha terlebih dahulu. Seiring berkembangnya bisnis, barulah menambahkan usaha lainnya.

Setelah menentukan jenis usaha apa yang akan menjadi bisnis perdana travel kita, kini saatnya mengurus perizinan. Apabila menjadi agen travel, mengurus persyaratan legalnya memang terbilang rumit dan prosesnya cukup lama karena harus melalui notaris, belum lagi soal biaya, sewa tempat, dan mencari tenaga kerja. Namun, ada alternatif lainnya, yaitu dengan menjadi sub-agen. Sub-agen ini berada di bawah agen dan tidak perlu repot-repot mengurus persyaratan tadi. Untuk memilih agen travel yang mapan dan menjanjikan, kita bisa mencari rekomendasi kepada sub-agen lainnya atau mungkin melihat pengalaman pribadi kita dalam menggunakan jasa agen travel yang memuaskan.

Menjadi sub-agen, modal peralatan yang diperlukan sederhana. Cukup perangkat komputer atau laptop, koneksi internet, dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Cara online ini disebut juga sebagai bisnis travel berbasis rumahan. Untuk menjadi sub-agen, biasanya agen akan meminta kita untuk menyetorkan sejumlah uang sebagai modal awal atau deposit. Besar deposit menentukan besar profit yang akan kita dapatkan.

Keuntungan lain apabila menjadi sub-agen adalah kita dapat memanfaatkan nama atau brand agen travel yang kita percaya untuk memasarkan bisnis. Beberapa menyebut sistem ini sebagai usaha franchise. Selain lebih praktis dan modal yang relatif minim, dalam sistem franchise juga pada umumnya telah tersedia prosedur dan administrasinya, sehingga memudahkan para sub-agen untuk mengikuti dan menjalani bisnis travelnya.

Karena persaingan dalam industri ini sangat ketat, maka agar bisa bertahan kita sebaiknya sering melakukan inovasi yang dapat menarik pelanggan, misalnya dengan cara menawarkan paket promo travel atau potongan harga rombongan.

Selanjutnya bagaimana orang-orang dapat mengetahui inovasi kita ini? Caranya adalah dengan promosi sebanyak-banyaknya. Jangan hanya menggunakan media sosial gratisan, namun manfaatkanlah jasa perikalanan digital yang dapat menunjang usaha kecil seperti bisnis travel dan tour ini. Kita juga bisa meminta bantuan keluarga dan kerabat untuk sekedar mempromosikan usaha kita ke orang-orang terdekatnya. Semakin gencar kita melakukan promosi, maka akan semakin besar pula peluang untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan. Berikanlah tawaran dan jasa yang memuaskan kepada setiap pelanggan agar di lain waktu mereka berminat untuk menggunakan jasa kita lagi.

Dapatkan Informasi & tips artikel terbaru kami di email anda

Delivered by FeedBurner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *