Bisnis Skincare: Peluang, Keuntungan dan Cara Memulainya

Jefri Sitopu

bisnis skincare 2023

Blog bisnis online – Peluang bisnis skincare terbilang cukup besar. Jadi, tidak heran apabila beberapa tahun terakhir banyak orang tertarik untuk berkecimpung di dalamnya. Apakah Anda juga tertarik dengan bidang ini?

Apabila tertarik dengan bidang ini, tidak akan cukup hanya berbekal minat dan semangat. Ada beberapa hal penting yang perlu dipelajari seperti langkah-langkah dalam memulai bisnis, cara berjualan dan lainnya.

Oleh karenanya, mari membaca materi dalam artikel ini. Kami akan mengulas secara lengkap cara memulai, cara berjualan bahkan keuntungan bisnis produk skincare.

Peluang Besar dari Bisnis Skincare

Berbisnis produk skincare punya peluang besar di masa sekarang. Ini dia beberapa peluangnya yang sebaiknya Anda tahu.

1.      Permintaan Pasar Tinggi

Pada tahun 2021 saja, menyimak data dari Kompas.co.id, produk perawatan kecantikan punya transaksi tinggi pada penjualan e-commerce yang mencapai 46,8 persen. Sementara nilai total transaksinya Rp 40 miliar.

Hal tersebut menunjukkan salah satu peluang bisnis skincare yakni permintaan pasar tinggi. Karena minat pasar tinggi, bukankah akan cukup menguntungkan untuk mencoba berbisnis?

Jika didasarkan pada data Kemenperin, industri kosmetik dan skincare di tanah air turut mengalami pertumbuhan. Mulai dari tahun 2018, sudah bertumbuh 15%. Sementara pada 2019 semakin bertumbuh menjadi 29%.

Bukan hanya pemerintah Indonesia yang mengalami dan memprediksi pertumbuhan bisnis skincare. Laporan pasar global juga memprediksikan perkembangan bisnis tersebut sampai US$108 miliar untuk tahun 2024.

Jadi, peluang bisnisnya bukan hanya berasal dari tingginya minat pasar atau konsumen. Namun juga tingginya minat para pebisnis dalam bidang tersebut.

2.      Memberi Manfaat Positif untuk Orang Lain

Bisnis skincare juga bisa memberikan manfaat positif untuk orang lain. Misalnya saja membantu memperbaiki kerusakan atau masalah pada kulit. Sehingga orang lain bisa merasa lebih percaya diri.

3.      Modal Kecil

Berbisnis dalam bidang skincare juga dapat dilakukan dengan modal kecil. Misalnya saja mengawali bisnisnya dengan menjadi dropshipper atau reseller.

Bahkan, tidak harus memulai dengan memproduksi skincare sendiri di pabrik. Bisa memulainya dari rumah dengan mengandalkan media sosial untuk memasarkan produk milik brand yang sudah populer.

Keuntungan dari Bisnis Produk Skincare

Selain peluang besar, bisnis skincare juga punya keuntungan tersendiri jika dibandingkan dengan bidang lainnya. Mari simak sejumlah keuntungannya berikut ini.

1.      Punya Pasar Luas

Jika berbisnis dalam bidang lain, biasanya target konsumen cukup terbatas. Sementara produk skincare punya pasar luas, terutama Indonesia juga punya penduduk dalam jumlah besar.

Mengikuti perkembangan zaman, produk skincare bukan hanya diproduksi untuk perempuan. Namun juga diproduksi untuk laki-laki. Sehingga, target pasarnya jauh lebih luas.

Ketika memulai bisnis skincare, Anda dapat membidik konsumen dari berbagai gender maupun jenis kelamin. Jadi, lebih mudah untuk memulai maupun mengembangkan bisnisnya.

2.      Mampu Bertahan Lama

Sekarang ini masyarakat mulai menyadari pentingnya kebersihan, termasuk kebersihan kulit. Oleh karenanya, masyarakat tertarik untuk mencoba perawatan diri supaya kulit menjadi bersih dan sehat.

Jadi, produk perawatan diri tidak dipandang sebagai sesuatu yang mewah. Melainkan dianggap sebagai kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi.

Skincare juga bukan termasuk produk musiman yang hanya dibutuhkan ketika saat-saat khusus. Melainkan diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memelihara kesehatan kulit. Jadi, berbisnis produk skincare akan mampu berjalan dalam waktu lama.

3.      Penjualan Fleksibel

Bisnis skincare terbilang mudah dijalankan. Karena, penjualannya cukup fleksibel bisa melalui berbagai platform. Apakah ingin menggunakan platform online maupun offline, bisa dilakukan.

Pemilihan penjualan offline atau online dapat disesuaikan dengan keadaan maupun keinginan Anda. Jadi, tidak akan terpaksa memilih penjualan yang terasa memberatkan atau kurang cocok.

Cara Memulai Bisnis Skincare Secara Mudah

Setelah mengetahui peluang dan keuntungan berbisnis produk skincare, mari mempelajari cara memulai bisnisnya. Mari simak panduan lengkapnya di bawah ini agar tidak salah mengambil tindakan.

target bisnis skincare

1.      Menentukan Konsep Bisnis

Pertama-tama, pertimbangkan dahulu apakah Anda hendak mencoba bisnis skincare dengan membangun brand sendiri atau cukup menjadi reseller. Konsep ini wajib dipikirkan secara matang sebelum memulai berbisnis.

Pada tahap ini, coba pertimbangkan banyaknya modal dan pengetahuan yang dimiliki. Apabila hendak membuat brand sendiri, tentu memerlukan modal besar guna membeli bahan baku. Termasuk juga mempelajari berbagai jenis teknologi untuk produksi.

Sementara apabila memilih menjadi reseller, cukup menyediakan modal yang lebih kecil. Anda juga tidak perlu memikirkan modal untuk membeli teknologi atau alat-alat produksi.

2.      Melakukan Riset Pasar

Cara memulai bisnis skincare selanjutnya adalah melakukan riset pasar. Anda perlu mencari tahu produk apa saja yang sedang populer. Sehingga peluang untuk memenuhi permintaan pasar juga lebih besar.

3.      Menetapkan Target Konsumen

Setelah memperoleh insight mengenai produk yang sedang populer di pasaran, Anda dapat menetapkan target konsumen. Bekal ini berguna untuk menyusun strategi promosi secara tepat.

4.      Memilih Supplier Terpercaya

Sebab produk nanti akan bersentuhan langsung dengan kulit, Anda wajib memastikan produknya aman bagi kulit. Terutama jika ingin menjadi reseller, perlu memilih supplier yang terpercaya.

Cara memulai bisnis skincare terkait pemilihan supplier terpercaya ialah dengan memperhatikan produknya. Pastikan produknya sudah mempunyai izin edar dan asli.

Jangan sampai salah memilih supplier yang menjual produk ilegal maupun palsu. Karena, hal ini akan mendatangkan kerugian bagi konsumen. Bahkan, mungkin saja akan terjerat kasus hukum.

Cara Jualan Skincare yang Benar

Menjual produk skincare tentu tidak dapat dilakukan secara langsung. Harus menyiapkan strategi marketing atau pemasaran terlebih dahulu. Jadi, simak dahulu bagaimana cara jualannya di bawah ini.

1.      Pemasaran Melalui e-Commerce

Salah satu cara jualan skincare yang cukup efektif di masa sekarang ialah mengandalkan e-commerce. Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat masyarakat tertarik untuk berbelanja secara online.

Jadi, coba saja membuka toko di marketplace. Lalu coba juga beragam fitur di dalamnya untuk membuat pembeli tertarik membeli produk. Misalnya menerapkan layanan gratis ongkos kirim.

2.      Aktif Melakukan Promosi

Melakukan bisnis skincare dengan membuka toko di marketplace tentu tidak cukup. Anda juga perlu melakukan promosi secara aktif. Promosi akan mendatangkan lebih banyak konsumen.

Ada beragam platform yang dapat dimanfaatkan dalam upaya promosi. Misalnya saja mengandalkan konten soft selling melalui media sosial. Boleh juga membuat kerja sama dengan influencer.

3.      Memanfaatkan Media Sosial

Media sosial merupakan aplikasi yang banyak digunakan oleh masyarakat mulai dari remaja sampai orang dewasa. Keberadaannya sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Oleh karenanya, coba manfaatkan untuk promosi produk.

Bentuk promosi yang dapat dilakukan melalui media sosial ialah soft selling. Sampaikan pentingnya pemakaian produk untuk jangka panjang. Hal ini akan membantu menarik minat banyak orang untuk membeli produk.

4.      Mempertimbangkan Fitur Ads

Cara jualan skincare juga bisa dengan menggunakan fitur ads. Adanya fitur ads pada platform seperti media sosial cukup efektif untuk menjangkau lebih banyak calon konsumen.

Coba pertimbangkan untuk menggunakan fitur ads sesuai modal yang dimiliki. Ketika target iklannya tepat, ada peluang audiens membeli produk Anda.

Pentingnya Memperhatikan Kualitas Layanan dalam Bisnis

Tidak semua orang membeli skincare hanya berdasarkan kualitas produknya. Banyak orang yang sangat memperhatikan layanan. Oleh karenanya, Anda perlu memperhatikan kualitas layanan agar konsumen tidak kecewa.

Ketika pelayanan terasa memuaskan, tentu konsumen tertarik untuk membeli produk lagi di lain waktu. Kepuasan dan kenyamanan yang dirasakan konsumen akan berpeluang menjadikan mereka pelanggan loyal.

Oleh karenanya, jangan hanya fokus membuat atau menjual produk ketika membangun bisnis skincare. Konsumen dan pelanggan juga perlu mendapatkan layanan terbaik ketika membeli produk.

Tanpa adanya pelayanan yang baik, keberlangsungan usaha bisa terancam. Misalnya saja konsumen merasa kesal ketika berbelanja lalu tidak mau berbelanja lagi. Bahkan mungkin memberi tahu orang-orang terdekatnya untuk tidak berbelanja di tempat Anda lagi.

Ketika membangun bisnis skincare, jangan ragu untuk memberikan penawaran atau layanan spesial bagi pelanggan. Contohnya memberikan voucher gratis ongkos kirim, voucher potongan harga dan lainnya.

Tatkala pelanggan sudah puas dengan produk Anda lalu ditambah puas karena layanan dari Anda, tentu akan menjadikan mereka lebih loyal. Jika mendapat pelayanan buruk, bukankah sangat mudah bagi pelanggan untuk beralih ke kompetitor?

Jika tidak ingin langsung memberikan layanan spesial secara gratis, Anda juga bisa memberikan syarat khusus. Misalnya memberi voucher diskon apabila pelanggan mau follow akun Instagram bisnis Anda.

Pada intinya, jangan pernah mengabaikan pelayanan ketika membangun bisnis skincare. Produk bagus saja tidak akan menjadi jaminan pelanggan akan loyal.

Apabila masih merasa pelayanan tidak terlalu penting, coba bayangkan diri Anda menjadi seorang konsumen pada suatu bisnis. Mari membayangkan skenario sederhana.

Misalnya saja produk dari bisnis tersebut berkualitas bagus namun penjual melayani Anda dengan marah-marah. Jika begitu, apakah Anda berminat untuk membeli lagi?

Cara Membuat Brand Skincare Sendiri

Membuat brand skincare sendiri juga menarik untuk dipertimbangkan. Berbisnis dari nol cukup menantang namun peluangnya juga besar. Apabila tertarik untuk berbisnis dengan brand sendiri, berikut panduannya.

brand bisnis skincare

1.      Melakukan Riset Pasar

Berbisnis tidak bisa langsung dimulai dengan membuat produk. Anda harus melakukan riset terlebih dahulu mengenai kondisi pasar. Jadi, bisa mengetahui kompetitor hingga tantangan atau halangan bisnis.

2.      Melakukan Product Development

Apabila ingin menerapkan cara membuat brand skincare sendiri, Anda perlu melakukan product development. Pastikan merencanakan produk secara menyeluruh, termasuk cara produksinya. contoh: jasa maklon kosmetik.

3.      Menentukan Target Pasar

Ketika membuat brand sendiri, wajib untuk menentukan target pasar secara matang. Karena target pasar akan sangat berpengaruh pada perkembangan bisnis. Misalnya target pasarnya adalah pria, remaja atau lainnya.

4.      Menentukan Brand

Sangat penting untuk menentukan nama brand yang sesuai dengan bisnis skincare. Tujuannya supaya nama brand lebih mudah dikenal dan diingat oleh calon konsumen maupun pelanggan.

Coba pikirkan nama yang unik dan mampu menggambarkan produk secara utuh. Meskipun unik namun juga harus mudah diingat. Lantas, jangan lupa lakukan pendaftaran hak cipta supaya tidak terkena masalah hukum di lain waktu.

5.      Merancang Desain Kemasan Produk

Cara membuat brand skincare sendiri yang tidak boleh dilewatkan ialah merancang desain kemasan produk agar mempunyai nilai unik. Bukan hanya perlu membuat produk berkualitas dan menarik, harus pula membuat kemasan menarik.

Pastikan merancang desain kemasan yang unik dan menarik. Akan tetapi, jangan sampai kemasannya tidak mewakili isi produknya.

6.      Memahami Regulasi Bisnis Skincare

Bukan hanya perlu membuat produk bagus, Anda juga perlu mempelajari seluruh regulasi berbisnis skincare. Seluruh izin produk harus diurus mengikuti peraturan dari pemerintah sebelum dijual ke pasar.

Pentingnya Branding pada Bisnis Skincare

Ketika menggunakan suatu produk dari brand yang sama secara terus-menerus, apa alasan Anda melakukannya? Apakah kualitasnya bagus, pelayanannya memuaskan atau mungkin penawarannya menggiurkan?

Mungkin saja Anda menjadi pelanggan loyal dari suatu bisnis skincare karena adanya branding. Bisnis yang membuat branding kuat dan profesional lebih mudah dikenali oleh masyarakat. Lantas, pelanggan menjadi loyal.

Jadi, apabila Anda juga ingin produk lebih dikenal oleh konsumen, perlu memikirkan branding. Branding akan menjadi senjata yang efektif untuk bertahan dan melawan kompetitor.

Branding bisa dimaknai sebagai proses mengkomunikasikan merek atau brand ke masyarakat. Tujuannya supaya lebih kenal dan dibedakan dengan kompetitor.

Apabila menerapkan branding pada bisnis skincare, masyarakat akan lebih mudah mengingat merek Anda. Lantas, mungkin saja konsumen akan memberi rekomendasi ke orang terdekat sebagai solusi permasalahan kulit.

Mari mengambil contoh branding dari makanan cepat saji. Ketika Anda lapar, apa merek yang segera terlintas di kepala? Apakah itu McDonald?

Konsumen yang sudah hapal dengan cita rasa, kualitas dan pelayanan McDonald, tentu sangat berminat untuk menjadi pelanggan loyal. Hal ini mengalahkan kompetitor McDonald yang bisnisnya dalam bidang sama.

Kepopuleran suatu merek menunjukkan berhasilnya strategi branding yang diterapkan. Branding mampu membentuk citra merek guna membedakannya dengan kompetitor dan memperoleh target konsumen.

Branding bisnis skincare memerlukan beragam unsur. Mulai dari nama dagang, logo, slogan, pelayanan, kualitas produk sampai market research. Jadi, tidak terbatas pada nama dagang produk.

Branding juga dapat diaplikasikan pada produk maupun perusahaan. Ketika berkaitan dengan produk, branding akan memuat pembuatan simbol, desain visual, nama hingga kemasan.

Jenis Skincare Populer di Pasaran

Ketika memulai bisnis skincare, ada baiknya tahu beberapa jenis produk skincare yang populer di pasaran. Berikut ini beberapa jenis produk yang cukup diminati oleh masyarakat.

1.      Basic Skincare

Basic skincare ialah rangkaian perawatan dasar guna memenuhi keperluan kulit. Mulai dari face wash, moisturizer hingga sunscreen. Biasanya perawatan dimulai dengan face wash untuk membersihkan kotoran pada permukaan wajah.

Lantas, mengaplikasikan mosturizer guna memelihara elastisitas dan kelembaban kulit.  Terakhir, mengaplikasikan sunscreen guna melindungi kulit dari paparan sinar UV yang berbahaya.

Seluruhnya adalah bagian dari perawatan dasar untuk kulit wajah. Berbagai produk ini sangat diperlukan oleh masyarakat. Jadi, bisa dimanfaatkan sebagai ide bisnis skincare.

2.      Whitening Product

Whitening product cukup diincar oleh masyarakat yang menghendaki kulit cerah. Umumnya, produk yang dikehendaki mengandung vitamin C atau niacinamide.

Trend kecantikan di masa sekarang memang berupa kulit cantik, mulus dan tampak berseri. Jadi, tidak heran apabila whitening product cukup laris di pasaran dan bisa dijadikan ide bisnis skincare.

3.      Acne Fighter

Jerawat termasuk masalah kulit yang banyak dialami oleh masyarakat. Sebab jerawat cukup mengganggu penampilan, produk acne cukup diminati. Produk tersebut menjadi solusi untuk masalah jerawat.

Jerawat sendiri bisa muncul karena beragam faktor, misalnya saja hormon, gaya hidup hingga pemakaian make up yang kurang cocok dengan kulit wajah.

4.      Anti Aging

Mempunyai tampilan awet muda tentu menjadi dambaan banyak orang. Akan tetapi, bertambahnya umur akan menjadikan kulit wajah senantiasa berkerut.

Oleh karenanya, tercipta beragam inovasi skincare guna melawan gejala penuaan berupa kerutan dan flek hitam. Sehingga pengguna produknya bisa merasakan tampilan yang lebih muda.

Tidak semua bentuk bisnis hanya mencari keuntungan dengan memanfaatkan peluang yang ada. Menjalankan bisnis skincare mengikuti panduan dalam artikel ini akan memberikan keuntungan dan manfaat untuk konsumen.

Bagikan Artikel ke Teman: "Caranya Cukup Copy link artikel dan bagikan!"